JURNAL REFLEKSI MINGGU KE-1 (Pertama)

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE-1 (Pertama)

Oleh:

Bacaan Lainnya

10_CGP Flafianus Jeadun, S.Pd

SMP Negeri 6 Kupang (Kota Kupang)

Setelah saya mengikuiti kegiatan PGP pada minggu pertama (1), saya merefleksikan hasil dari kegiatan ini dalam bentuk jurnal refleksi dalam mencermati pemikiran Tokoh pendidikan KI Hadjar Dewantara. Jurnal yang saya ditulis ini sebagai bentuk untuk mencurahkan perasaan, gagasan dan pengalaman serta praktik baik yang telah dilakukan selama mengikuti kegiatan minggu pertama yang sangat menarik dan menyenangkan. Adapun model refleksi yang saya gunakan adalah Six Thinking Hats (Teknik 6 Topi) seperti gambar di bawah ini:

 

Mulai dari Kegiatan Refleksi diri sampai pada kegiatan merancang Pembelajaran pemikiran Ki Hadjar Dewantara sesuai dengan budaya daerah NTT serta  memilih topik Profil Pancasila yaitu Gotong royong,  maka saya menerjemahkan gambar tersebut diatas dalam bentuk jurnal refleksi dibawah ini:

  1. Topi putih menggambarkan perasaan (feelings) yang muncul selama kegiatan Pendidikan Guru Penggerak pada minggu ke satu, yaitu Pertama, Betah ketika mendengarkan dan menyimak penjelasan fasilitator dalam menyajikan materi. Semangat pada saat berkolaborasi dalam kelompok dan mengerjakan tugas-tugas di LMS. Kedua, saya juga kwatir, antara lain 1) kwatir bagaimana membagi waktu antara kegiatan PPGP dengan kegiatan pembelajaran di sekolah saya., 2) takut tidak dapat mengerjakan tugas tepat waktu karena belum memahami LMS, Ketiga, perasaan senang selama mengikuti pendidikan karena mendapat ilmu pengetahuan baru, bertemu dengan instruktur, fasilitator dan Pendamping yang super hebat, dan  saya mengenal aplikasi baru yang sekiranya saya bisa terapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dan 2 hari ini saya sudah terapkan aplikasi jamboard dan padlet dalam diskusi Bersama siswa kelas 9 dan ini sangat menarik bisa membangun semangat belajar siswa.
  2. Topi merah menggambarkan perasaan yang saya alami selama mengikuti kegiatan PPGP. Antara lain merasa betah, semangat, takut dan senang. Betah ketika menyimak penjelasan dari fasilitator, semangat dalam bekerja kelompok, dan takut jika saat online kehabisan kuota internet dan jaringan macet, serta senang bertemu dengan orang-orang hebat dan mendapatkan teman CGP dari beberapa kota.
  3. Topi kuning menggambarkan manfaat (benefits) yang saya peroleh setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Guru Penggerak pada minggu ke satu, yaitu bertambahnya pengetahuan mengenai konsep pendidikan dan pengajaran, semboyan KHD, peran guru menuntun, kodrat alam dan budi pekerti, profil pelajar pancasila, dan merdeka belajar. Selain itu dapat menggunakan aplikasi baru, antara lain Google Drive dan Meet, padlet, jamboard dan manfaat lain yang saya peroleh yaitu dapat berkolaborasi atau bekerja dengan teman CGP menyatukan konsep dan menerjemahkan kerangka pemikiran KHD
  4. Topi hitam menggambarkan kendala (cautions) yang saya hadapi selama mengikuti kegiatan Pendidikan Guru Penggerak pada minggu ke satu, antara lain Pertama, Jaringan internet tidak stabil, kendala dalam mengupload tugas di LMS, terlambat membalas informasi yang disampaikan fasilitator, kemudian kendala lainnya beban tugas di sekolah yang padat hampir tidak terselesaikan tepat waktu.
  5. Topi hijau menggambarkan ide atau gagasan (creativity) yang dapatkan selama mengikuti kegiatan Pendidikan Guru Penggerak pada minggu pertama, diantaranya adalah Pertama, menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak. Kedua, budi pekerti merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga, Ketiga, semboyan KHD yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi contoh), Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat), Tut Wuri Handayani (Di belakang memberikan dorongan), Keempat, pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia yang  beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, dan Kelima, merdeka belajar adalah filosofi belajar yang mengembangkan kemandirian dan kemerdekaan dalam proses pembelajaran dan juga pemikiran KHD bahwa guru bukan hanya sebagai pelayan untuk peserta didik namun harus bisa menjadi guru yang memahami sepenuhnya kondisi peserta didik dan memberikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi dan berinovasi sesuai dengan umur dan pengalaman belajarnya.
  6. Topi biru menggambarkan kesimpulan (process) saya setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Guru Penggerak pada minggu pertama, dimana apa yang saya belajar bersama orang hebat selama 1 minggu ini saya memahami kelemahan model pendekatan pembelajaran dan pendekatan kepada peserta didik yang telah saya terapkan sebelum mengikuti PGP. Ini adalah catatan untuk saya bagaimana menjadi peranan penting dalam mengimplementasikan Pemikiran KI Hadjar Dewantara dalam pembelajaran di sekolah serta dilingkungan sekitarnya. Dan bagaimana pembelajaran itu bukan hanya berpusat pada siswa dalam mengtrasferkan ilmu yang saya miliki tetapi harus lebih dari itu saya harus mampu memahami sepenuhnya kondisi peserta didik agar bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.

Pos terkait