Fakta Tentang Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Apa kata Guru Indonesia, Ini fenomenanya!

Platform merdeka mengajar

Sejak diberlakunya platform merdeka mengajar (PMM) berapa tahun lalu, tidak sedikit guru seluruh pelosok tanah air menjerit dan bahkan menangis seolah-olah sudah dibebankan kepada guru harus mengerjakan tugas atau topik yang sudah tersedia di platform merdeka mengajar. Ada sekian banyak guru mau menyerah dan mau mundur dari profesi guru, ha ha ha lucu juga, apa benar fakta seperti itu?

Kehadiran platform merdeka mengajar dibahas oleh para guru hingga saat ini, kemudian fenomena baru muncul ketika e-kinerja guru bukan lagi melalu situs e-kinerja BKN namun semuanya melalui platform merdeka mengajar (PMM).  Guru mulai resah dan gelisah menunggu kamu di sini……itu kata-kata dalam lagu, ini juga dirasakan para guru hebat Indonesia.

Bacaan Lainnya

Mari kita ulas fakta tentang pelatihan guru dari zaman dulu hingga sekarang!, melalui pertanyaan refleksi berikut!

Apakah Bapak/ibu guru bisa membedakan model pelatihan 10 tahun yang lalu dan tahun sekarang?

Jika Guru yang sudah mulai mengajar dari 20 tahun lalu, berapa kali sering mengikuti pelatihan?

Apakah guru zaman dulu, pernah  lihat praktik baik dari seluruh guru di Indonesia saat itu?

Beberapa pertanyaan di atas, cukup menggambarkan bertapa susah guru zaman dahulu mengikuti pelatihan baik tingkat kota, provinsi maupun secara nasional, dan jika ingin mengikuti pelatihan mungkin orang tertentu saja.

Fakta berikutnya guru zaman dulu tidak pernah lihat atau menonton praktik baik dari guru-guru seluruh Indonesia, sehingga apa yang sudah dilaksanakan disekolahnya itu sudah sesuai.

Jawaban tersebut di atas menyampaikan kepada para guru hebat seluruh pelosok tanah air, bahwa kehadiran platform merdeka mengajar sangat membantu para guru untuk terus belajar serta bisa mengembangkan potensi diri dengan harapan selesai belajar topik yang tersedia di PMM langsung praktik di kelas sehingga pada akhirnya berdampak pada kualitas pembelajaran dan prestasi murid meningkat.

Perlu ditelusuri lebih jauh tentang apa saja kendala-kendala para guru dalam mengikuti pelatihan mandiri melalui PMM

Kendala-kendala yang sering diperhadapkan para guru yaitu:

  1. Jaringan internet yang buruk bahkan belum tersedia bagi guru yang ada di daerah terpencil, kendala ini sudah dijawab oleh kementerian pendidikan yaitu tahun 2024 sudah ada namanya awan penggerak dan sebentar lagi akan disosialisasikan ke seluruh daerah, namun belum maksimal sehingga dibutuhkan aturan khusus untuk daerah tertentu
  2. Waktu untuk mengakses PMM cukup menyita tugas pokok sebagai guru, kenapa demikian karena banyak guru yang menjadikan alasan tertentu mengikuti pelatihan mandiri di PMM sehingga meninggalkan tugas pokok mengajar dikelas, padahal masih ada waktu malan hari untuk akses PMM
  3. Dalam pembuatan aksi nyata, banyak guru yang tidak konsentrasi saat mengajar dan mendidik karena setiap kali pembelajar harus didokumentasi untuk aksi nyata, padahal tidak semua materi sesuai dengan topik yang dipelajari di PMM
  4. Kebiasaan guru itu sendiri yang tidak ada niat untuk belajar, cenderung menggunakan pola lama yang menurutnya itu sesuai, padahal zaman sudah berbeda sehingga dibutuhkan wawasan yang luas untuk amunisi tugas sebagai guru

Yang lebih aneh lagi para guru yang tinggal di daerah perkotaan masih ada yang protes dan malas akses PMM, internet tersedia dengan lancar, sehingga fenomena itu menjadi alasan untuk tidak mau belajar di PMM,  coba bandingan pulsa data pakai belajar mandiri di PMM dan pulsa datang pakai untuk konten kreator baik di Tiktok, facebook, youtuber dan media lainya, kira-kira platform mana yang lebih menguras pulsa data, hanya para guru saja yang paham tentang ini.

Tidak sedikit guru yang sudah jadi konten kreator hingga saat ini, pertanyaan apakah sudah belajar mandiri di PMM? hanya guru yang bisa menjawab karena menjadi konten kreator juga mendapatkan penghasilan tambahan, lumayan untuk tambah pundi-pundi.

Banyak manfaat ketika guru menggunakan waktu dengan baik belajar mandiri di PMM dan di komunitas belajar seperti:

  1. Menambah pemahaman baru tentang topik kurikulum dan topik lainya
  2. Menambah wawasan baru bagaimana menjadi guru yang kreatif sehingga pembelajaran dikelas dilaksanakan menyenangkan dan murid betah berada dalam kelas
  3. Menambah  pengetahuan baru belajar dari guru-guru lain yang sudah ada aksi nyata di PMM
  4. Mendapatkan sertifikat resmi dari Kemendikbud Ristek dan Teknologi melalui PMM
  5. Mengerjakan e-kinerja dengan mudah
  6. Bisa berbagi praktik baik dengan rekan-rekan guru seluruh daerah
  7. Melatih kreatif guru dalam membuat pembelajaran yang menarik sehingga siswa nyaman di kelas
  8. Mengembangkan kompetensi sebagai guru
  9. Banyak menu yang bisa dimanfaatkan oleh Guru di PMM

Masih banyak manfaat jika belajar mandiri melalui Platform merdeka mengajar. Bapak/ibu Guru hebat tulisan ini sebuah refleksi tentang fenomena yang terjadi pada guru saat ini. Pertanyaan, apakah sebagai guru cukup menyerah begitu saja? tentulah tidak demikian. Sebagai guru yang selalu bertemu siswa dari latar belakang, kemampuan berbeda tentu tidak cukup jika kita hanya menggunakan kemampuan diri sendiri, guru semestinya belajar dari rekan-rekan guru lainya sehingga ada dampak pada kualitas pembelajaran.

Mari tetap semangat berkolaborasi demi anak-anak didik dan gunakan pulsa internet untuk hal-hal positif untuk pengembangan kompetensi diri. Banyak hambatan namun jangan menyerah dengan keadaan teruslah belajar.

Salam dan bahagia

 

 

 

 

Pos terkait