Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?

Diposting pada

Pengalaman terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran KHD

Ini Jawabannya Calon Guru Penggerak:

  1. Pengalaman terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu bergerak mengikuti perkembangan zaman. Dimana sekarang ini perkembangan teknologi yang semakin pesat maka pendidik harus bisa memanfaatkan semua ini dalam proses pembelajaran yang berbasis IT yaitu dengan membuat video pembelajaran, menggunakan zoom, google meet, classroom dalam mendukung pembelajaran. Dan juga pemikiran KHD tentang anak tidak dilahirkan seperti kertas kosong. Karakter anak yang baik harus dituntun, di beri arahan supaya semakin tebal, sedangkan karakter anak yang kurang Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang mencerminkan KHD sudah sedikit banyak saya terapkan dengan hal – hal sederhana misalnya:
  2. Memupuk iman anak pada Pencipta Nya dengan membiasakan untuk berdoa pd awal dan akhir pembelajaran
    2. Membiasakan anak untuk belajar mandiri dan percaya diri dalam menjawab pertanyaan ataupun bebas  mengemukakan pendapat dan kritik yang membangun dalam diskusi-diskusi kelompok
    3. Mengkolaborasikan pemaparan materi pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan IT sesuai dengan perkembangan zaman abad XXI
    4. Membentuk karakter anak dengan hal-hal sederhana yaitu dengan 3S Sapa, Salam dan Senyum antar teman dan guru sebagai pendidik
  3. Pengalaman saya dalam melaksanakan tugas pembimbingan pembelajaran kepada peserta didik, mereka benar-benar tidak merasa tertekan mengikuti mata pelajaran yang saya asuh, mereka mendapatkan perlakuan yang menyenangkan, mereka juga mendapat kebebasan untuk berekspresi sesuai bakat dan minat, saya juga akan memfasilitasi mereka untuk membentuk budi pekerti dan kecintaan mereka terhadap diri, orang tua, masyarakat serta bangsa dan negara
  4. Saya memilih pengalaman pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD, kata orang 1000 langkah ditentukan dari langkah pertama karena itu selama masa pandemik ini saya memberikan kesempatan merdeka belajar bagi para peserta didik untuk mengembangkan dan mengeksplorasikan potensi yang dimiliki masing-masing peserta didik. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris praktek nyata menjadi salah satu pendukung tercapainya tujuan pembelajaran karena itu selama pandemik ini saya memberikan tugas mandiri contohnya 1. Berdialog dalam bahasa inggris bersama orang tua 2. Mencari tahu makna lagu dalam bahasa inggris yang saat ini tengah digandrungi mereka dan juga 3. Membuat video video pembelajaran singkat yang berkaitan dengan Bahasa inggris.
  5. Pembelajaran di dalam kelas sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah sebaiknya pembelajaran yang tidak menggunakan sistem perintah , paksaan dan pemberian hukuman yang sepihak tapi sebaiknya dalam pembelajaran guru harus berperan sebagai pemberi dorongan “Tut Wuri Handayani” memberikan kemerdekaan kepada peserta didik untuk mengembangkan diri ..
  6. Sebagai pendidik guru harus mampu menuntun peserta didik untuk mencapai tujuan, karna sebenarnya setiap anak memiliki kemampuan awal dan sudah mendapatkan pendidikan dalam keluarga, guru harus mampu menggali potensi peserta didik dengan cara yang baik dan hendaknya mereka melakukan sesuatu dengan penuh bahagia, tanpa adanya paksaan.
  7. konteks pembelajaran di sekolah peran kita sebagai guru bagaimana menerapkan budaya positif dalam proses pembelajaran, misal dalam selalu mengucapkan terimakasih kepada anak yang sudah mengerjakan tugas dan memberikan harapan serta semangat untuk yang belum mengerjakan,  hal ini sederhana tetapi dalam konteks sekarang banyak anak kurang menerapkannya. Jadi sebagai guru kita harus dan terus membiasakan ini sehingga pada akhirnya anak menyadarinya.
  8. Guru selain menjadi pendidik Ia juga mampu menjadi sahabat bagi peserta didik sehingga mereka mau berbagi suka/dukanya kepada kita, dan di sinilah kita bisa memainkan peran kita untuk menuntun peserta didik dan berikan solusi/jalan keluar yang terbaik,,,selalulah menjadikan diri kita sahabat mereka dan bersedia mendengarkan apapun yang menjadi curhatan mereka,,

Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?

  1. Pendidikan Indonesia perlu memperhatikan kodrat alam sebab peserta didik memiliki keanekaragaman karakter oleh sebab itu kita sebagai pengajar harus mampu menyesuaikan pembelajaran dengan karakter anak. Selain kodrat alam yang perlu diperhatikan itu adalah kodrat jaman di mana dalam pembelajaran kita harus memperhatikan atau melihat kondisi jaman seperti di jaman sekarang semuanya berbasis teknologi oleh sebab itu kita pun harus mampu memberikan pengajaran yang berbasis teknologi
  2. Kodrat alam dan kodrat zaman dalam konteks pendidikan di sekolah: 1. Kodrat alam itu adalah kodrat yang “given” artinya setiap anak dilahirkan dan dibesarkan oleh lingkungan keluarga dan budaya di mana anak tersebut dilahirkan. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran, seorang pendidik menuntun siswa dengan memperhatikan profil siswa yakni berkaitan dengan kodrat alam yang meliputi keluarga dan budayanya. Kodrat zaman itu sesuatu yang dinamis artinya dia berkembang sesuai tuntutan zamannya. Di abad 21 yang ditandai dengan revolusi 4.0, maka proses pembelajaran di sekolah hendaklah menuntun siswa untuk memilki kemandirian dan soft skill yang dibutuhkan di abad 21 yakni 4C (Critical thingking, creative, collaborative dan comunicatian). Kecakapan abad 21 berupa 4C ini perlu dilandasi dengan penguatan pendidikan karakter bagi siswa sehingga out put dari proses pendidikan itu menghasilkan siswa yang memiliki kecakapan abad 21 sesuai tuntutan jaman (Kodrat zaman) dan memiliki keluhuran budi pekerti (kodrat alam)
  3. Untuk menciptakan merdeka belajar dalam pendidikan, guru harus mendidik Muridnya sesuai dengan lingkungan tempat mereka tumbuh atau sesuai dengan karakteristik mereka. Selain itu, metode yang digunakan dalam mengajar harus sesuai dengan era atau waktu pendidikan tersebut berlangsung. Misalnya sekarang ini guru harus melek teknologi agar bisa memberikan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna untuk murid. Jika pembelajaran menarik, murid akan rindu untuk belajar dan merasa senang serta bahagia dalam mengikuti pembelajaran.
  4. Pendidikan itu memang perlu mempertimbangkan akan kodrat alam dan kodrat zaman mengingat anak sudah lahir dengan kodratnya masing-masing dengan segala bakat/talenta/potensi dalam dirinya sejak lahir ditambah pendidikan keluarga yang sudah diterimanya sebelum  masuk ke dunia pendidikan. Oleh karena itu kita perlu mempertimbangkannya karena pasti anak tersebut sudah sedikit terbentuk sehingga kita tinggal melihat potensi dirinya dan menumbuhkembangkannya dengan penguasaan diri anak untuk menghilangkan tabiat buruk pada dirinya.
    Di samping itu kodrat zaman tidak kalah pentingnya mengingat zaman semakin berubah dari waktu ke waktu, cara mendidik anak masa lampau dan sekarang berbeda karena tujuannya sudah berubah, zaman kita sekolah di tahun 90-an dipukul tidak masalah karena kata orang tua diujung rotan ada emas, tetapi zaman sekarang tidak bisa seperti itu karena orang tua akan bertindak dan akhirnya yang muncul peribahasa di ujung rotan ada penjara, ditambah kemajuan teknologi saat ini, maka tindakan kita akan dikatakan gaya kuno oleh anak-anak, sehingga pendidik perlu juga untuk mengembangkan diri mengikuti perubahan teknologi yang ada, jangan biarkan anak-anak lebih hebat IT dari gurunya.
  5. Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam karena pada dasarnya anak telah membawa sendiri sifat dan karakter pada dirinya sehingga pendidikan perlu menyelaraskannya dengan kodrat yang telah dimiliki anak sehingga pendidikan dapat menyatu dan sejalan sesuai dengan pola karakter anak dan akhirnya tanpa sadar anak akan mengikuti pola pendidikan itu sendiri tanpa adanya paksaan ,begitu juga dengan kodrat zaman di mana setiap perkembangan zaman akan berdampingan dengan kehidupan anak yang akan berpengaruh pada diri anak sendiri sehingga pendidikan selaras dengan perkembangan zaman agar terjadi koneksitas pemahaman yang sama
  6. Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam karena pada dasarnya anak telah membawa sendiri sifat dan karakter pada dirinya sehingga pendidikan perlu menyelaraskannya dengan kodrat yang telah dimiliki anak sehingga pendidikan dapat menyatu dan sejalan sesuai dengan pola karakter anak dan akhirnya tanpa sadar anak akan mengikuti pola pendidikan itu sendiri tanpa adanya paksaan ,begitu juga dengan kodrat zaman di mana setiap perkembangan zaman akan berdampingan dengan kehidupan anak yang akan berpengaruh pada diri anak sendiri sehingga pendidikan selaras dengan perkembangan zaman agar terjadi koneksitas pemahaman yang sama

Relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik di daerah saya

  1. Pendidikan yang berhamba atau berpihak pada anak bagi saya adalah saya sebagai Guru harus melayani anak didik saya di sekolah sesuai dengan kondisi yang dialami anak. Dalam kenyataannya memang banyak anak yang harus dituntun dan diperlakukan sesuai dengan karakter dan latar belakangnya. Di sinilah dibutuhkan ketulusan dan keikhlasan saya sebagai guru.
  2. saya pilih berpihak pada anak, dalam konteks pembelajaran sering kali kita saat menghadapi masalah baik di sekolah maupun dari rumah akan berdampak pada pembelajaran di mana kita terkadang kasar terhadap anak atau sering kali membawa masalh itu ke dalam kelas sehingga mengakibatkan kita tidak konsentrasi dalam memberi pembelajaran. maka melalui cerita yang disampaikan untuk kita menyadari betapa berharganya anak dan belajar untuk memberi yang terbaik untuk mereka. dan menyelesaikan atau setidaknya jangan membawa masalah diri kita di dalam kelas/sekolah.
  3. Menurut saya Pendidikan yang berhamba pada Anak yaitu kita sebagai seorang guru harus mampu mencurahkan perhatian, arahan, bimbingan, tuntunan sepenuhnya kepada peserta didik, sehingga anak-anak mencapai tujuan yang baik yaitu kebahagiaan yang sesungguhnya, tentunya juga keselamatan. Guru juga harus mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap pembelajaran.  Menghamba bukan untuk menjadi hamba anak tetap saya sebagai seorang guru harus mempunya hati yang tulus untuk melayani anak-anak. Saya yakin apa yang dilakukan dengan hati pastinya akan sampai ke hati.
  4. Pendidikan yang berhamba atau berpihak pada anak bagi saya adalah saya sebagai Guru harus melayani anak didik saya di sekolah sesuai dengan kondisi yang dialami anak. Dalam kenyataannya memang banyak anak yang harus dituntun dan diperlakukan sesuai dengan karakter dan latar belakangnya. Di sinilah dibutuhkan ketulusan dan keikhlasan saya sebagai guru.
  5. Pendidikan sejatinya menuntun anak mencapai kekuatan kodratnya. Kodrat yang dimiliki anak adalah kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan keadaan alam atau lingkungan di mana anak itu berada. Sebagai pendidik kita harus memahami latar belakang anak, dari mana mereka berasal, karena pastinya tingkah laku mereka mencerminkan lingkungan di mana mereka tinggal. Sehingga kita dapat menuntun mereka dengan baik sesuai dengan kodrat alam yg mereka miliki. Sedangkan kodrat zaman yg dimiliki anak misalnya saat ini anak anak sedang dihadapkan pada perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat. Tugas kita sebagai guru adalah membimbing dan mendampingi mereka agar dapat memanfaatkan teknologi dengan baik atau dengan kata lain tidak menyalahgunakan teknologi yg dapat merusak mental dan moral anak.
  6. Berhamba pada anak, artinya kita sebagai pendidik mestinya dapat melayani dan menjawab kebutuhan anak dalam proses pembelajaran, oleh karena itu sebelum melakukan proses pembelajaran maka hal yang pertama yang harus dilakukan adalah memetakan anak berdasarkan potensi dan minatnya, berdasarkan karakter belajar anak karena ada anak yang mempunyai karakter belajar audio, visual dan kines tetik. Dalam hal minat anak, saya sering menemukan anak saya di kelas ada yang kemampuan akademiknya sedang namun kemampuan non akademiknya sangat menonjol, sehingga yang saya lakukan adalah mengajak anak untuk tetap memenuhi tuntutan aademik sambil terus mempertajam kemampuan non akademiknya dibidang olah raga. Saya tidak menuntut anak ini harus tinggi nilainya dalam mata pelajaran kimia yang saya ampuh. more vertical