Rangkuman Modul 2 PKG PJOK Keterampilan Guru PJOK yang Berpusat Pada Murid

MODUL 2 PKG PJOK

RANGKUMAN MATERI PKG PJOK MODUL 2

 KETERAMPILAN GURU PJOK YANG BERPUSAT PADA MURID

Bacaan Lainnya

PEMBELAJARAN 1

KONSEP DAN KETERAMPILAN MENGAJAR YANG EFEKTIF

Teori behaviorisme meyakini bahwa pembelajaran murid berlangsung karena perilaku (behavior) guru. Oleh sebab itulah, pengajaran yang efektif dengan dasar teori ini cenderung memfokuskan pada apa yang semestinya dilakukan guru secara efektif yang akan memberi dampak pada pembelajaran murid. Teori pembelajaran yang cenderung kuat pada behaviorisme mengindikasikan pembelajaran yang berpusat pada guru

Pengajaran yang kontekstual semestinya memperhatikan hal berikut:

  1. Kondisi lingkungan fisik, sosial-ekonomi, kultur, dan politik di mana sekolah berada akan sangat mempengaruhi pendekatan, metode, dan strategi
  2. Karakteristik murid-murid berikut preferensi kultur geraknya juga akan menentukan keputusan dalam mengajar
  3. Latar belakang, pengalaman keolahragaan dan mengajar, serta pandangan filosofis guru yang menjadi komposisi unik dalam mengajar
  4. Konsep Mengajar Yang Efektif

Pengalaman belajar diartikan sebagai seperangkat kondisi instruksional dan peristiwa pembelajaran yang merestrukturisasi pengalaman peserta didik dan yang terkait dengan tujuan pembelajaran.

Sembilan Aspek Pembelajaran Yang Efektif yaitu

  1. Tujuan pembelajaran
  2. Keterlibat aktif murid
  3. Pengajaran berdiferensiasi: Pengajaran yang memperhatikan kebutuhan belajar murid seperti Profil belajar murid, Minat dan gaya belajaran yang akan diramu dalam pembelajaran PJOK melalui Proses, konten dan Produk
  1. Adanya pemrogesan dan pengtahapan atau pengembangan konten
  2. Demonstrasi keterampilan dan penjelasan
  3. Umpan balik
  4. Komunikasi yang efektif
  5. Penilaian dan evaluasi
  6. Keselamatan

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran adalah karakteristik konten, tujuan pembelajaran, tujuan yang lebih luas, karakteristik murid, ketersediaan fasilitas dan peralatan, dan keadaan lingkungan sekitar

Kriteria Pengalaman Belajar Efektif

  1. Berpotensi dalam meningkatkan keterampilan penampilan/aktivitas motorik peserta didik: Memfasilitasi murid dalam mendapatkan dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk membangun gaya hidup aktif. Graham et al. (2020) menteorikan perjalanan pengalaman belajar murid seperti bangunan belah ketupat. Di bagian bawah yang sempit merepresentasikan pengenalan pada keterampilan gerak fundamental yang disampaikan pada awal-awal tahun. Eksplorasi berbagai kemungkinan gerak dilakukan pada masa-masa sekolah menengah awal yang diwakili oleh area tengah yang meluas. Pada akhirnya dari bangun belah ketupat adalah kembali meruncing di mana murid-murid di awal usia dewasa sudah mengembangkan keahlian gerak dengan hanya menekuni beberapa jenis aktivitas jasmani yang menjadi minatnya.
  2. Memaksimalkan aktivitas atau waktu mempraktikkan gerak untuk semua murid sesuai dengan tingkat kemampuannya Hal yang perlu diperhatikan seperti Keterbatasan sarpras, Kemampuan murid, Pengamatan gerak dan umpan balik
  1. Sesuai dengan level pengalaman peserta didik: Kata Kuncinya Merancang pembelajaran yang menantang tapi dapat dilakukan semua murid (Sesuaikan kemampuan murid) dengan cara melakukan tes awal, memberikan tugas gerak secara individual dengan pendekatan berdiferensiasi
  1. Berpotensi dan mengintegrasikan tujuan pendidikan dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor

Dalam pandangan pendidikan holistik, murid-murid ditempatkan sebagai manusia yang utuh, tidak terpisah-pisah antara jasmani dan rohani, fisik dan pikiran, raga dan jiwa

Berikut ini contohnya dalam mengajar konten sepak bola:

  1. Pengalaman psikomotor: Mendemonstrasikan dan memerintahkan murid untuk mengambil ancang-ancang dan menendang bola dengan perkenan kaki bagian dalam pada bagian bawah bola agar bolanya dapat melambung tinggi.
  2. Pengalaman kognitif dan psikomotor: Meminta murid untuk menemukan cara apapun agar tendangan bola dapat melambung tinggi.
  3. Pengalaman afektif, kognitif, dan psikomotor: Meminta murid untuk mengamati satu sama lainnya ketika melakukan shooting dan berdiskusi dalam kelompok kecil tentang apa saja yang harus dilakukan untuk menendang bola yang melambung tinggi.

PEMBELAJARAN 2

PENYAJIAN TUGAS GERAK

Kemampuan komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam penyajian tugas dalam pembelajaran PJOK. Komunikasi

yang efektif berfungsi untuk mendapatkan perhatian dari murid-murid, menahapkan konten dan pengelolaan

organisasi tugas, meningkatkan kejelasan komunikasi, memilih cara berkomunikasi, dan memilih isyarat dalam

pembelajaran

Gagasan dan Ide Rink (2014)

Mendapatkan Perhatian dari Murid

Terdapat keterampilan pedagogis untuk mendapat perhatian murid yaitu:

  1. Menetapkan Tanda dan Prosedur
  2. Mengatasi Faktor Lingkungan dalam Pembelajaran
  3. Memastikan Murid Mendengar dan Melihat
  4. Penggunaan Waktu yang Tidak Efisien

Menahapkan Konten dan Aspek Organisasi Penugasan

Dalam hal ini penyajian tugas di PJOK menggunakan informasi terkait dengan dual hal. Pertama, informasi tersebut adalah tentang (1) tugas gerak apa yang akan dilakukan (termasuk orientasi tujuan) dan (2) pengaturan organisasi pembelajaran di mana tugas akan dipraktikkan.

Memilih dan mengorganisir isyarat (cue) pembelajaran

Beberapa hal di bawah ini adalah karakteristik isyarat yang baik.

  1. Akurat: Isyarat yang baik adalah yang akurat, yakni yang berasal dari teknik melakukan suatu keterampilan.
  2. Singkat tapi penting: Isyarat yang baik adalah yang konten pesannya pendek
  3. Sesuai dengan Murid: Isyarat yang baik adalah yang sesuai dengan tingkat keterampilan dan usia murid. Ada beberapa aspek yang perlu Bapak dan Ibu pertimbangkan dalam hal ini.
  4. Kesesuaian isyarat dengan level keterampilan, Dimulai dari yang pemula dengan isyarat untuk pemula pula, kemudian bergerak ke arah yang lebih canggih Pemula: berapapun usianya, pemula dalam suatu keterampilan gerak akan banyak melibatkan proses kognitif, Mahir: pada tahap ini murid-murid sebenarnya dapat diharapkan mampu berkonsentrasi pada beberapa aspek spesifik suatu keterampilan, Usia: Tiap usia cenderung memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perlu diperhitungkan dalam memilih dan mengelola isyarat. Sesuai dengan jenis konten: Konten gerak dalam PJOK secara umum dapat dibagi menjadi keterampilan gerak tertutup, terbuka, dan konsep gerak
  5. Isyarat untuk konsep gerak; Konsep gerak di sini artinya kerangka kerja untuk meningkatkan unjuk kerja gerak. Konsep gerak meliputi kesadaran tentang tubuh, ruang, usaha, dan hubungan dengan lingkungan sekitar (Graham et al., 2020).

PEMBELAJARAN 3

ANALISIS PENGAJARAN YANG EFEKTIF

variabel dipilih di sini dipilih untuk melihat efektivitas mengajar dari perspektif pengembangan konten, umpan balik,

dan waktu belajar akademik

Konsep Pengembangan Konten; Seorang guru dalam pengembangan konten akan menunjukkan beberapa karakteristik dalam pedagogisnya, yakni;

  1. Menetapkan progres (ekstensi)
  2. Intratask development atau pengembangan konten tapi dalam tugas gerak yang sama
  3. Intertask development atau pengembangan konten antar tugas
  4. Memperhatikan kualitas penampilan (Penghalusan)
  5. Memberikan kesempatan dalam menerapkan/menilai keterampilan (Penerapan

Mengembangkan Konten Melalui Integrasi Tiga Karakteristik Tindakan Pedagogis

Informasi: Tugas awal dalam progres suatu keterampilan.

Ekstensi Progress kesulitan atau kompleksitas secara gradual. Mengubah kompleksitas atau kesulitan penampilan murid.

Penghalusan: Biasanya, ini dilakukan dengan memberikan umpan balik kepada mereka.

Penerapan: Pengalaman menerapkan keterampilan yang dipelajari. Di sini Bapak dan Ibu akan berpindah fokus pedagogisnya dari bagaimana melakukan gerak menjadi bagaimana menggunakan/menilai gerak

KONSEP UMPAN BALIK

Berikut ini beberapa penggelompokkan berbagai umpan balik

Umpan balik evaluatif dan korektif, Kedua jenis umpan balik ini memiliki beberapa karakteristik, yakni yang (1) sejalan atau tidak sejalan dengan fokus tugas, (2) umum atau spesifik, (3) negatif atau positif, (4) diarahkan pada keseluruhan kelas, sekelompok murid dalam kelas, atau individu murid.

Kesejalanan umpan balik

Apa yang dimaksud dengan kesejalanan di sini adalah konkruensi. Artinya, suatu umpan balik disebut sejalan ketika ada kesaling hubungan antara konten umpan balik, fokus tugas, dan isyarat.

Umpan balik umum vs khusus

Umpan balik yang sifatnya umum tidak terkait dengan konten materi. Perannya lebih untuk memotivasi anak dalam proses belajar. Motivasi memang penting, akan tetapi motivasi semata tidak akan memfasilitasi pembelajaran secara bermakna

Umpan balik positif vs negatif

Guru yang menginginkan muridnya berhasil dalam belajar, akan dengan hati-hati dan sensitif mengkomunikasikan kesalahan muridnya dan memberikan informasi tentang bagaimana melakukannya secara benar.

Target dan waktu umpan balik

Target umpan balik adalah kepada siapa umpan balik tersebut disasarkan. Umpan balik dapat diarahkan kepada keseluruhan kelas, kelompok murid dalam satu kelas, dan perseorangan.

1) Kelas: diarahkan pada semua murid dalam satu kelas.

2) Kelompok: diarahkan pada sebagian murid dalam satu kelas.

3) Individu (kelas): diarahkan pada satu orang murid tapi akan bermanfaat bagi semua murid.

4) Individu (pribadi): diarahkan pada satu orang murid dan dilakukan secara terpisah dari keseluruhan kelas

 

 

Pos terkait