Senam Lantai (Materi Penjas Orkes SMP/MTs Kelas 7) Kurikulum Merdeka

Guling depan

Senam Lantai (Materi Penjas Orkes SMP/MTs Kelas 7) Kurikulum Merdeka

Senam lantai atau floor exersice atau dapat juga disebut tumbling, adalah senam yang dilakukan di atas matras. Bentuk-bentuk aktivitas gerak keterampilannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara,dan menumpu dengan tangan atau kaki untuk mempertahankan keseimbangan. Dikatakan senam lantai karena seluruh keterampilan gerakannya dilakukan pada lantai yang diberi alas matras tanpa melibatkan alat lainnya. Luas lantai yang digunakan dalam kejuaraan senam adalah 12 x 12 meter dengan tambahan 1 meter di setiap sisinya untuk keamanan pesenam. Pelaksanaan lomba senam lantai dibatasi oleh waktu, untuk putra waktunya antara 50-70 detik, sedangkan untuk putri antara 70-90 detik.

Bacaan Lainnya

Senam lantai merupakan salah satu cabang olahraga yang mengandalkan aktivitas seluruh anggota tubuh. Oleh karena itu senam lantai dapat dikatakan sebagai olahraga dasar yang memerlukan komponen gerak kecepatan, kekuatan, kelentukan, kelincahan dan

keseimbangan. Senam lantai dan senam pada umumnya mempunyai manfaat yang sangat besar jika dilakukan secara teratur dan dalam jangka waktu yang cukup, adapun manfaat tersebut antara lain

  1. Meningkatkan kesegaran jasmani.
  2. Membentuk sikap tubuh yang lebih baik dan tegap.
  3. Memberi rangsangan bagi pertumbuhan badan untuk anak-anak.
  4. Melatih kondisi fisik seperti kekuatan, kelincaham, keseimbangan dan lainnya.
  5. Memberi tanggung jawab dan mengerti pentingnya menjaga kesehatan.

Gerakan Guling ke Depan (Forward Roll)

Guling depan merupakan gerakan badan mengguling ke arah depan yang diawali tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang.

Berikut ini cara melakukan forward roll:

Sikap awal: jongkok di pinggir matras menghadap arah gerakan, kedua telapak tangan diletakkan di atas matras

Pelaksanaan: angkatpinggulkeatas hinggakeduakaki lurus,masukkan kepala diantara kedua lengan dan dagu menyentuh dada. Tekuk kedua lengan perlahan sehingga tengkuk menyentuh matras, orong badan ke depan hingga bagian badan mulai dari tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang menyentuh matras.

Sikap akhir: peluk kedua lutut, hingga kembali pada sikap berjongkok, kemudian kedua lengan luruskan ke depan, pandangan ke arah depan. Latihan penunjang guling depan (forward roll) antara lain push up, sit up, cium lutut, dan sit up berbentuk huruf V.

Gerakan Guling Depan

Kesalahan-kesalahan umum pada guling depan (forward roll), antara lain:

  1. Sikap awal telah salah.
  2. Kaki dibengkokkan.
  3. Kepala menyentuh matras.
  4. Bentuk badan kurang bulat.
  5. Dorongan tangan kurang kuat

Gerakan Guling ke Belakang (Back Roll)

Guling belakang (back roll) adalah gerakan badan mengguling ke arah belakang melalui bagian belakang badan yang diawali dari panggul bagian belakang, pinggang, punggung, dan juga tengkuk.

Sikap awal: jongkok membelakangi matras, kedua lengan di samping telinga, dengan kedua siku ditekuk dan kedua telapak tangan menghadap ke atas di sebelah telinga, pandangan ke depan.

Pelaksanaan: letakkan pinggul di matras bersamaan dengan badan digulingkan kebelakang. Kedua lutut tetap ditekuk mengikuti gerakan badan dan kedua telapak tangan diletakkan di matras. Gerakkan kedua kaki ke belakang sampai kedua telapak tangan menyentuh matras dan membantu mendorong agar tubuh bisa berjongkok kembali.

Sikap akhir: jongkok dengan kedua tangan lurus ke depan, pandangan ke depan.

Latihan penunjang untuk guling belakang antara lain back up, cium lutut, sit up, dan sit up membentuk huruf V.

Guling belakang

Kesalahan umum yang umumnya terjadi pada guling belakang, meliputi:

  1. Pada waktu menjatuhkan badan, kedua kaki bengkok.
  2. Posisi badan kurang membungkuk.
  3. Jejakan kaki tidak lurus ke atas.
  4. Dorongan telapak tangan terlalu lemah.

Demikian materi senam lantai kelas 7 kurikulum merdeka, semoga bermanfaat

Pos terkait